Blog Ang Jahid

Blog Ang Jahid
Mr. Jahid Comunity Of Tjah Creative

Cari Blog Ini dan temukan informasi terbaru

Memuat...

Blog Ang Jahid

Blog Ang Jahid Tjah Cereative href="open link here to all about my blog/"> head="link about my blog/">
Loading...

Selasa, 23 Februari 2010

Pengenalan Array dan String

Pengenalan Array dan String

Array merupakan koleksi data dimana setiap elemen memakai nama dan tipe yang sama serta setiap elemen diakses dengan membedakan indeks array-nya. Berikut adalah contoh variable bernama c yang mempunyai lokasi memori yang semuanya bertipe int.

C[0] -45
C[1] 6
C[2] 0
C[3] 72
C[4] 1543
C[5] 43
C[6] 4

Masing-masing nilai dalam setiap lokasi mempunyai identitas berupa nama c dan nomor indeks yang dituliskan di dalam tanda kurung ‘[..]’. sebagai contoh, 72 adalah nilai dari c[3].

DEKLARASI ARRAY
Variable
array dideklarasikan dengan mencantumkan tipe dan nama variable yang diikuti dengan banyaknya lokasi memori yang ingin dibuat. Dengan demikian, deklarasi untuk variable array c di atas adalah :
int c[7];
Perlu diperhatikan bahwa C++ secara otomatis menyediakan lokasi memori yang sesuai dengan yang dideklarasikan, dimana nomor indeks selalu dimulai dari 0. Nilai suatu variable
array dapat juga diinisialisasi secara langsung pada saat deklarasi, misalnya;
Int c[7] = {-45, 0, 6, 72, 1543, 43, 4}
Berarti setiap lokasi memori dari variable
array c langsung diisi dengan nilai-nilai yang dituliskan didalam tanda kurung kurawal.

Banyaknya lokasi memori dapat secara otomatis disediakan sesuai degan banyaknya nilai yang akan dimasukkan, seperti contoh berikut yang tentunya membuat variable array dengan 10 lokasi memori:
Int x []={10, 15 12, 5, 13, 9, 6, 17, 25, 31};
Untuk memperjelas gambaran anda tentang
array perhatikan contoh aplikasi variable array, yaitu program untuk menghitung jumlah setiap elemen dalam suatu array.
Sebagai gambaran dari
program tersebut, dapat dibuat sebuah algoritma sebagai berikut:
1. Tentukan elemen
array sebanyak yang diinginkan (dalam hal ini, elemen array tersebut berjumlah 12 buah)
2. Tentukan nilai awal indeks, batas akhir indeks dan kenaikannya (dalam hal ini, nilai awal indeks adalah 0, batas akhir indeks adalah jumlah elemen
array diatas yaitu 12 dikurangi dengan 1, kenaikannya adalah 1)
3. Lakukan
perulangan sesuai dengan langkah 2
4. Lakukan penjumlahan masing-masing elemen
array sampai batas akhir indeks terpenuhi
5. Tampilkan penjumlahan semua elemen
array
6. Selesai.
Sedangkan implementasi dalam
program dapat dilihat berikut ini.
Contoh Program array
/*
Program :array1.cpp*/
#include
#define SIZE 12
main()
{
int a[SIZE]={1, 3, 5, 4, 7, 2, 99, 16, 45, 67, 89, 45};
int indeks, total =0;
for(indeks=0; indeks<=SIZE-1; indeks++) total += a[indeks]; printf(”nTotal setiap eleen
array adalah %d”,total);
return 0;
}

Bila program diatas dijalankan, akan muncul hasil :
Total setiap elemen
array adalah 383
Adapun keterangan dari
program diatas adalah sebagai berikut : Hasil penjumlahan setiap elemen array diperoleh dari jumlah data atau elemen array sebanyak 12 buah yang sudah didefinisikan pada awal program yaitu #define SIZE 12. Kemudian setiap elemen array dari a[0] yang berisi data, a[1] yang berisi data 3 di jumlahkan sampai dengan a[11] yang berisi data 45. Proses penjumlahan dilakukan pada loop dimulai dari 0 sampai data yang terakhir atau elemen terakhir.

ARRAY DIMENSI SATU
Bentuknya :
Tipe nama_var[ukuran];
Dengan :
Tipe : menyatakan jenis elemen
array (int, char, unsigned, dan lain-lain)
Ukuran : menyatakan jumlah maksimal elemen
array
Contoh :
Float nilai_ujian[5];

Pada turbo C++ array disimpan dalam memori secara berurutan. Elemen pertama berindeks nol digambarkan sebagai berikut :
Nilai_ujian[0]
Nilai_ujian[1]
Nilai_ujian[2]
Nilai_ujian[3]
Nilai_ujian[4]

Masing-masing berbentuk float dan berjumlah 5 elemen.
Selain itu, deklarasi
array juga dapat berupa :
Static int bulan[12]={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12}
Sesuai dengan deklarasi
array diatas, maka isi variable array telah ditentukan yaitu :
Bulan[0] bernilai 1
Bulan[1] bernilai 2
Bulan[2] bernilai 3
Bulan[3] bernilai 4
Bulan[4] bernilai 5
Bulan[5] bernilai 6
Bulan[6] bernilai 7
Bulan[7] bernilai 8
Bulan[8] bernilai 9
Bulan[9] bernilai 10
Bulan[10] bernilai 11
Bulan[11] bernilai 12

Untuk memperjelas tentang array dimensi satu, perhatikan maslah berikut ini :

Misalkan Anda diminta membuat algoritma dan program untuk menampilkan bilangan dari 1 sampai bilangan 10, dengan pangkatnya masing-masing. Adapun batas nilai maksimal yang disimpan adalah 100.
Sesuai yang telah Anda pelajari , bahwa
bilangan 1 pangkatnya adalah 1. Hasil ini diperoleh dari 1*1, kemudian bilangan 2 pangkatnya adalah 4, hasil ini diperoleh dari 2*2 sampai bilangan 10 yang pangkatnya adalah 100, hasil ini diperoleh dari 10*10.
Algoritma dari permasalahan diatas adalah berikut ini :
1. Tentukan elemen
array untuk menampung nilai perkalian
2. Tentukan nilai awal indeks, batas akhir indeks dan kenaikannya (dalam hal ini , nilai awal indeks adalah 0, batas akhir indeks adalah 10, dan kenaikannya adalah 1)
3. Lakukan
perulangan sesuai langkah 2
4. Nilai awal indeks ditambah dengan 1
5. Lakukan perkalian masing-masing elemen
array sampai batas akhir indeks terpenuhi.
6. Tampilkan perkalian semua elemen
array
7. Selesai .
Contoh program array dimensi satu
/*
Program :array2.cpp*/
#include
int main()
{
int square[100];
int i; /*loop index*/;
int k; /*the
integer*/

/*calculate the squares */
for (i=0; i<10; k=" i+1;">

Bila program dijalankan akan muncul hasil :
Pangkat dari 1 adalah 1
Pangkat dari 2 adalah 4
Pangkat dari 3 adalah 9
Pangkat dari 4 adalah 16
Pangkat dari 5 adalah 25
Pangkat dari 6 adalah 36
Pangkat dari 7 adalah 49
Pangkat dari 8 adalah 64
Pangkat dari 9 adalah 81
Pangkat dari 10 adalah 100

Penjelasan :
Dari
program diatas, Anda dapat melihat ada 10 buah elemen yang masing-masing nilainya akan dipangkatkan, mulai dari 1 sampai 10. Dimana dalam memori sudah dipesan tempat sebanyak 100.
Sedangkan apabila
array akan dikirim ke sebuah fungsi caranya adalah hanya dengan mencantumkan nama array tanpa diikuti dengan tanda apapun, seperti contoh berikut :
int c[5] = {-45, 0, 6, 72, 1543};


JUMLAH (c, 5)
—-

Dalam contoh diatas, yang memanggil fungsi JUMLAH dengan mengirimkan argument berupa variable array c dan sebuah konstanta 5. Perhatikan bahwa variable array ditulis hanya c tanpa notasi tambahan apapun. Deklarasi variable array yang menjadi parameter dari suatu fungsi dituliskan dengan nama variable array yang diikuti dengan tanda kurung [], tanpa menuliskan banyaknya lokasi memori yang diinginkan.

ARRAY DIMENSI DUA
Struktur array yang dibahas diatas mempunyai satu dimensi, sehingga variabelnya disebut variable array berdimensi satu. Pada bagian ini ditunjukkan array berdimensi lebih dari satu, yang sering disebut dengan array berdimensi dua.
Sebagai
contoh, sebuah matrik B berukuran 2 X 3 dapat dideklarasikan dalam C seperti berikut : int B[2][3] = {[2, 4, 1}, {5, 3, 7}}; yang menempati lokasi memori dengan susunan sebagai berikut :
0 1 2
0 2 4 1
1 5 3 7

Dan definisi variable untuk setiap elemen tersebut adalah :
0 1 2
0 b[0][0] b[0][1] b[0][2]
1 b[1][0] b[1][1] b[1][2]

Sebagai implementasi dari keterangan diatas, perhatikan program berikut ini :
Contoh Program array dimensi dua
/*
Program :array2.cpp*/
#include
void printArray(int[][3]);
main()
{ int matrik1[2][3] = {{1, 2, 3},{4, 5, 6}};
int matrik2[2][3] = {1, 2, 3, 4, 5};
int matrik3[2][3] = {{1, 2},{4}};
printArray (matrik1);
printArray (matrik2);
printArray (matrik3);
return 0; }
void printArray (int a[][3])
{ int i,j;
for (i=0; i<=1; i++) { for (j=0; j<=2; j++) printf(”%d”,a[i][j]);; printf(”n”); } }

Bila program diatas dijalankan, akan mucul hasil :
123
456
123
450
120
400

Penjelasan :
Dari
program diatas untuk matrik 1, penulisannya adalah 123 456, sedangkan pada matrik 2 penulisannya adalah 123 450. 0 disini mempunyai arti tempat yang disediakan untuk data kolom ke 3 dan baris ke 2 tidak diisi. Sedangkan matrik 3 penulisannya adalah 120 400. Dari matrik 3 disini kita bisa melihat bahwa pada baris pertama kolom ketiga data tidak diisi dan dianggap 0 dan pada baris kedua kolom kedua dan ketiga juga tidak diisi juga diisi 0.
Dalam
program tersebut, juga digunakan fungsi untuk menampung hasil penjumlahan matrik.
Perhatikan
contoh lain :
Int datasiswa[4][3];
Deklarasi diatas digunakan untuk mendeklarasikan suatu data siswa yang berbentuk demikian :
No Nama Kelas Jumlah Siswa
Tahun 1989 Tahun 1990 Tahun 1991
1 Kelas 1 50 55 49
2 Kelas 2 60 60 55
3 Kelas 3 56 56 56
4 Kelas 4 49 50 54

Dari deklarasi diatas maka angka empat [4] menyatakan jumlah kelas, dan angka indek [3] menyatakan tahun.
Data siswa [0][2] adalah Kelas 1 dan jumlah siswa tahun 1990 yaitu 55. Atau jumlah siswa kelas 1 pada tahun 1990 adalah 55.

Bentuk data siswa dapat juga digambarkan sebagai berikut :
1 2 3
1 50 55 49
2 60 60 55
3 56 56 56
4 49 50 54

Array ini dapat pula diberi nilai tetap dengan static seperti pada array dimensi satu. Deklarasinya adalah sebagai berikut :
Static int jumlah [4][3]=
{
50, 55, 49,
60, 60, 55,
56, 56, 56,
49, 50, 54
};

ARRAY DIMENSI BANYAK

Array ini seperti array dimensi dua tetapi dapat memiliki ukuran yang lebih besar. Sebenarnya array dimensi banyak ini tidak terlalu sering digunakan, tetapi sewaktu-waktu kalau dimensi yang dibutuhkan banyak, maka array ini sangat memegang peranan yang penting.

Contoh :
Static int dataktp[2][7][8][5];

Bookmark and Share

Related Posts

  1. Program dengan Array of String
  2. ARRAY PADA PASCAL
  3. Pengenalan CSS
  4. String
  5. Konsep Dasar CSS
  6. Pandapotan Struktur Data
  7. Tipe Data
  8. Intan Struktur Data
  9. Dani Struktur Data
  10. Contoh Array

ARRAY PADA PASCAL

June 21st, 2009 Author Leave a comment Go to comments

Array adalah variabel yang dapat menyimpan lebih dari satu nilai sejenis. Terdapat dua bagian penting yaitu elemen array yang merupakan nilai dan endeks array yang merupakan nilai urut untuk mengakses nilai pada array.
Berikut ini
contoh array A dengan 10 buah elemen tiap elemen memiliki nilai antara 10 hingga 100.

A[1]

A[2]

A[3]

A[4]

A[5]

A[6]

A[7]

A[8]

A[9]

A[10]

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

Deklarasi Array.
Array dideklarasikan pada bagian deklarasi. Deklarasi umum dari array adalah
NamaArray :
array[IndeksAwal..IndeksAkhir] of tipe_data;

Contoh: Jika akan mendeklarasikan viriabel A sebagai Array dengan 10 elemen bertipe integer :
Var
A:
array [1..10] of Integer;
Contoh lain:
A1:
array[0..9] of Integer;
A1:
array[10..20] of Integer;
A1:
array[‘a’..’j’] of Integer;
Mengakses elemen
Array
Untuk memberikan nilai pada
variabel array dapat dengan menggunakan parameter berikut :
NamaArray [indeks]:=nilai;

Contoh
Var
A:
array[1..10] of integer;
Begin
A[1]:=1; {Mengisikan elemen 1 dengan nilai 1}
A[9]:=200; {Mengisi elemen 9 dengan nilai 200};
End.
Array sebagai konstanta

Nilai pada array dapat bernilai konstan. Dapat kita lakukan dengan mendeklarasikannya pada bagian constanta.
Bentuk umum pendeklrasiannya adalah:
Const
NamaArray :
array[IndeksAwal..IndeksAkhir] of Tipe_Data = (nilai1, nilai2,………);
Banyaknya nilai
konstanta harus sama dengan jumlah elemennya.
Contoh penggunaanya
Program ArrayKonstanm;
Uses Wincrt;
Const
Hari :
array[1..2] oof string = (’senin’,’selasa’,'rabu’,'kamis’,'jumat’,’sabtu’,'minggu’);
Var
noHari:
integer;
begin
clrscr;
write(’Masukan nomor harinya : ‘);readln(noHAri);
write(’Hari ke’,noHari,’adalah’,Har[noHari]);
end.
Jika dieksekusi maka hasilnya adalah:
Masukan nomor harinya : 2
Hari ke 3 adalah rabu
Array saebagai parameter

Array pada waktu tertentu dapat digunakan sebagai parameter dari suatu proesdur atyau fungsi. Contoh
Type
Bilangan = array [1..100[ of integer;
Procedure InputArray(A:bilangan; N:integer);
var
i:
integer;
begin
for i:=1 to N do
write('Masukan elemen
array ke ',i); readln(A[i]);
end.
Contoh diatas adalah prenggunaan array sebagai parameter untuk memberikan nilai pada suatu array tertentu.
Array berisi record
Caranya adalah mendefinisikan
record terlebih dahulu yang kemudian akan digunakan sebagai tipe data pada saat pendeklarasiaan array. Contoh:
Type
Tsiswa =
record
NIM:=
string[9[;
Nama:
string[25];
End;
TkumpulanSiswa =
array [1..100] of Tsiswa;

Var
A: TkumpulanSiswa;

Variabel A diatas akan menampung 100 buah record yang bertipe Tsiswa. Sementara untuk record berisi array dengan contoh perhitungan nilai siswa berikut : Nilai = (20% * kuis) + (30% * UTS) + (50% * UAS). Maka kita dapat mendefinisikan mahasiswa sebagai tipe record yang memiliki 3 nilai dengan menggunakan array. Yaitu:
Type
Tsiswa =
record
NIM:=
string[9[;
Nama:
string[25];
Nilai =
array [1..3] of real;
Kode diatas menunjukan bahwa setiap mahasiswa memiliki 3 nilai.
Metode pencarian pada
Array
Ada beberapa macam teknik dalam mendapatkan nilai dari suatu elemen pada
array salh satunya dengan metode pencarian beruntun.Contoh:
Program CaraiBeruntun;

Uses Wincrt;
Const
N :
array[1..5] of integer= (10,20,30,40,50);
Var
a,b,index :
integer;
begin
clrscr;
write(‘Masukan nilai yang akan dicari : ’);readln(a);
index:=0;
for b:=1 to 5 do begin
if N[b] = a then begin
index:=b;
break;
end;
end;
writeln(a,’ adalah nilai yang ditemukan pada index ke ’,index);
end.
Array 2 dimensi
Array 2 dimensi adalah array yang memiliki 2 buah elemen bertipe array yang berbentuk kolom dan baris. Pendeklarasiannya adlah sebagai berikut:
NamaArray :
array[1..BanyakBaris, 1..BanyakKolom] of tipe_data;
Contoh
Array2D :
array[1..3, 1..4] of integer;
Sedangkan untuk mengaskes maupun memberikan nilai dengan parameter:
Array2D [2,3]:=200; {Mengisikan nilai 200 pada baris 2 kolom 3}

RMD
rahmads89@gmail.com

Bookmark and Share

Related Posts

  1. STATEMENT-STATEMENT PADA PEMOGRAMAN PASCAL
  2. Aljan Array dan Record
  3. Tipe Data, Variabel
  4. PENGENALAN ARRAY DAN STRING
  5. Aplikasi Stack pada Struktur Data untuk Mengkonversikan Notasi INFIX Menjadi POSTFIX
  6. Program dengan Array of String
  7. Dani Array
  8. ARRAY DAN RECORD
  9. Contoh Array

Algoritma & Modular Programming

June 10th, 2009 Author Leave a comment Go to comments

Algoritma & Modular Programming

Merupakan paradigma pemrograman yang pertama kali diperkenalkan oleh Information & Systems Institute, Inc. pada the National Symposium on Modular Programming pada 1968. Salah satu tokoh modular programming adalah Larry Constantine . Pemrograman Modular adalah suatu teknik pemrograman di mana program yang biasanya cukup besar dibagi-bagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil .

Keuntungan:
.
Program lebih pendek
. Mudah dibaca dan dimengerti
. Mudah didokumentasi
. Mengurangi kesalahan dan mudah mencari kesalahan
. Kesalahan yang terjadi bersifat “lokal”

Modular programming pada C
Bahasa C sangat mendukung modular
programming . Sejak awal bahasa C sudah membagi program-programnya menjadi modul-modul (bagian-bagian). Modul pada bahasa C dikenal dengan nama fungsi (function). Bahasa C terdiri dari fungsi-fungsi, baik yang langsung dideklarasikan dalam program ataupun dipisah di dalam header file. Fungsi yang selalu ada pada program C adalah fungsi main

Function
Fungsi/function adalah suatu kumpulan instruksi/perintah/
program yang dikelompokkan menjadi satu, letaknya terpisah dari program yang menggunakan fungsi tersebut, memiliki nama tertentu yang unik, dan digunakan untuk mengerjakan suatu tujuan tertentu. Dalam bahasa pemrograman lain fungsi dapat disebut sebagai subrutin (basic, VB) atau procedure (pascal, Delphi)

Keuntungan Fungsi
1. Dapat melakukan pendekatan top-down dan divide-and-conquer:
2. Top-down: penelusuran
program mudah
3. Divide-and-conquer:
program besar dapat dipisah menjadi program-program kecil.
4. Kode
program menjadi lebih pendek, mudah dibaca, dan mudah dipahami
5.
Program dapat dikerjakan oleh beberapa orang sehingga program cepat selesai dengan koordinasi yang mudah.
6. Mudah dalam mencari kesalahan-kesalahan karena alur logika jelas dan sederhana Kesalahan dapat dilokalisasi dalam suatu modul tertentu saja.
7. Modifikasi
program dapat dilakukan pada suatu modul tertentu saja tanpa mengganggu program keseluruhan
8. Fungsi – fungsi menjadikan
program mempunyai struktur yang jelas.
9. Dengan memisahkan langkah – langkah detail ke satu atau lebih fungsi – fungsi, maka fungsi utama (main) akan menjadi lebih pendek, jelas dan mudah dimengerti.
10. Fungsi -fungsi digunakan untuk menghindari penulisan
program yang sama yang ditulis secara berulang – ulang. Langkah – langkah tersebut dapat dituliskan sekali saja secara terpisah dalam bentuk fungsi. Selanjutnya bagian program yang membutuhkan langkah – langkah ini tidak perlu selalu menuliskannya, tidak cukup memanggil fungsi tersebut.
11. Mempermudah dokumentasi.
12. Reusability: Suatu fungsi dapat digunakan kembali oleh
program atau fungsi lain

Sifat-sifat fungsi
1. Nilai fan-in tinggi, artinya semakin sering suatu modul dipanggil oleh pengguna semakin tinggi nilai fan-in
2. Nilai Fan-out rendah, artinya semakin spesifik fungsi suatu modul akan semakin rendah nilai fan-out
3. Memiliki Self-contained tinggi: artinya kemampuan untuk memenuhi kebutuhannnya sendiri

Kategori fungsi dalam C
Standard Library Function . Yaitu fungsi-fungsi yang telah disediakan oleh C dalam file-file header atau librarynya. Misalnya: clrscr(), printf(), getch(). Untuk function ini kita harus mendeklarasikan terlebih dahulu library yang akan digunakan, yaitu dengan menggunakan preprosesor direktif. Misalnya: #include

Programmer-Defined Function . Adalah function yang dibuat oleh programmer sendiri.
Function ini memiliki nama tertentu yang unik dalam
program, letaknya terpisah dari program utama,dan bisa dijadikan satu ke dalam suatu library buatan programmer itu sendiri yang kemudian juga di-include-kan jika ingin menggunakannya.

Perancangan Fungsi
Dalam membuat fungsi, perlu diperhatikan:
1. Data yang diperlukan sebagai inputan
2. Informasi apa yang harus diberikan oleh fungsi yang dibuat ke pemanggilnya
3.
Algoritma apa yang harus digunakan untuk mengolah data menjadi informasi

Struktur Fungsi
Deklarasi function (function prototype/ declaration)Terdiri dari:
1. Judul fungsi
2.
Tipe data yang akan dikembalikan/void
3. Tidak ada kode implementasi function tersebut Bentuk umum: tipe_data|void nama_fungsi([arguman 1, argument 2,....]);

Deklarasi fungsi
Deklarasi fungsi diakhiri dengan titik koma . Tipe_data dapat berupa segala
tipe data yang dikenal C ataupun tipe data buatan, namun tipe data dapat juga tidak ada dan digantikan dengan void yang berarti fungsi tersebut tidak mengembalikan nilai apapun. Nama fungsi adalah nama yang unik. Argumen dapat ada atau tidak (opsional) yang digunakan untuk menerima argumen/parameter. Antar argumen-argumen dipisahkan dengan menggunakan tanda koma. Suatu fungsi perlu dideklarasikan sebelum digunakan. Untuk alasan dokumentasi program yang baik, sebaiknya semua fungsi yang digunakan dideklarasikan terlebih dahulu Deklarasi fungsi ditulis sebelum fungsi tersebut digunakan

Struktur Fungsi
1. Tubuh Function/Definisi Function (FunctionDefinition)Terdiri dari:
2. function prototype yang disertai dengan kode implementasi dari function yang berisikan statemen/instruksi yang akan melakukan tugas sesuai dengan tujuan dibuatnya fungsi tersebut.

Bentuk Umum Definisi Fungsi
Tubuh fungsi dapat berisi segala perintah yang dikenal oleh C, pada dasarnya tubuh fungsi sama dengan membuat
program seperti biasa. Return bersifat opsional, adalah keyword pengembalian nilai dari fungsi ke luar fungsi, return wajib jika fungsi tersebut mengembalikan nilai berupa tipe data tertentu, sedangkan return tidak wajib jika fungsi tersebut bersifat void.

Kapan menggunakan Deklarasi dan Definisi Fungsi?
Karena prinsip kerja
program C sekuensial, maka. Jika bagian dari program yang menggunakan fungsi diletakkan sebelum definisi dari fungsi, maka deklarasi dari fungsi diperlukan. Akan tetapi jika bagian dari program yang menggunakan fungsi terletak nsetelah definisi dari fungsi, maka deklarasi dari fungsi dapat tidak dituliskan.

Jenis fungsi dalam C

Fungsi Void
Fungsi yang void sering disebut juga prosedur . Disebut void karena fungsi tersebut tidak mengembalikan suatu nilai keluaran yang didapat dari hasil proses fungsi tersebut.
Ciri:
1. Tidak adanya keyword return.
2. tidak adanya
tipe data di dalam deklarasi fungsi.
3. menggunakan keyword void.
4. Tidak dapat langsung ditampilkan hasilnya
5. Tidak memiliki nilai kembalian fungsi

Fungsi non-void
Fungsi non-void disebut juga function. Disebut non-void karena mengembalikan nilai kembalian yang berasal dari keluaran hasil proses function tersebut .
Ciri:
1. ada keyword return
2. ada
tipe data yang mengawali fungsi
3. tidak ada keyword void
4. Memiliki nilai kembalian . Dapat dianalogikan sebagai suatu
variabel yang memiliki tipe data tertentu sehingga dapat langsung ditampilkan hasilnya.

Keyword void
Keyword void juga digunakan jika suatu function tidak mengandung suatu parameter apapun.
Contoh fungsi Faktorial

The main Function
. function main() dibutuhkan agar
program C dapat dieksekusi!
. Tanpa function main,
program C dapat dicompile tapi tidak dapat dieksekusi (harus
dengan flag parameter -c, jika di UNIX) . Pada saat
program C dijalankan, makacompiler C pertama kali akan mencari function main() dan melaksanakan instruksi-instruksi yang ada di sana. Function main, sering dideklarasikan dalam 2 bentuk:

. int main()
. void main()

int main()
Berarti di dalam function main tersebut harus terdapat keyword return di bagian akhir fungsi dan mengembalikan nilai bertipe data int. Mengapa hasil return harus bertipe int juga? karena
tipe data yang mendahului fungsi main() diatas dideklarasikan int. Tujuan nilai kembalian berupa integer adalahuntuk mengetahui status eksekusi program. jika “terminated successfully” (EXIT_SUCCESS) maka, akan dikembalikan status 0, sedangkan jika “terminated unsuccessfully” (EXIT_FAILURE) akan dikembalikan nilai status tidak 0, biasanya bernilai 1. Biasanya dipakai di lingkungan UNIX void main(). Berarti berupa function yang void sehingga tidak mengembalikan nilai status program sehingga nilai status program tidak bisa diketahui. Biasanya dipakai pada program C di lingkungan Windows Bentuk pemanggilan fungsi di C. Pada dasarnya fungsi dapat memanggil fungsi lain, bahkan fungsi dapat memanggil dirinya sendiri (rekursif)

1. Which is not a proper prototype?
A. int funct(char x,
char y);
B. double funct(
char x)
C. void funct();
D.
char x();

2. What is the return type of the function with prototype: “int func(char x, float v, double t);”
A.
char
B. int
C. float
D. double

3. Which of the following is a valid function call (assuming the function exists)?
A. funct;
B. funct x, y;
C. funct();
D. int funct();

4. Which of the following is a complete function?
A. int funct();
B. int funct(int x) {return x=x+1;}
C. void funct(int) {printf( “Hello” );
D. void funct(x) {printf( “Hello” ); }

Latihan
. Buatlah fungsi untuk menampilkan tulisan “
Algoritma dan Pemrograman” sebanyak 30 kali!
. Ubahlah menjadi sebanyak n kali!
. Buatlah fungsi untuk menjumlahkan dua buah
bilangan
. Tambahkanlah: mengurangi, membagi, mengkali dua buah
bilangan
. Buatlah fungsi untuk menentukan
bilangan terkecil dari 3 buah bilangan yang diinputkan
. Buatlah fungsi untuk mengubah nilai ke huruf (A, B, C, D, danE)
. Buatlah fungsi untuk mengubah nilai huruf ke bobotnya
. Buatlah fungsi untuk mengubah
bilangan pecahan ke bilangan bulat!
. Buatlah fungsi untuk menjumlahkan deret: 1+3+5+7+… +n
. Buatlah fungsi untuk mengetahui kuadran suatu koordinat!
. Buatlah fungsi untuk menyederhanakan b/c menjadi Ab/c

Khairur Razikin
khoir_sweet@yahoo.com

Bookmark and Share

Related Posts

  1. Setw() dan Setfill()
  2. What is Algoritma?
  3. Soal UTS Algoritma 08/09 No. 2 (procedure & function)
  4. Konsep Algoritma Pemrograman
  5. Soal UTS Algoritma 08/09 No. 1 (function)
  6. Program Kelulusan SMP dan PSB SMA Ver.2
  7. ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN
  8. Pengertian Algoritma
  9. PENGENALAN ARRAY DAN STRING

Cara Membuat Flowchart dari Suatu Listing Program

August 28th, 2009 Nu Leave a comment Go to comments

Setelah berusaha memaksa diri untuk belajar, akhirnya ketemu juga. Caranya : jawab pertanyaan orang lain… hehehe. Salah satunya pertanyaan yang ini nih :

Cara membuat flowchart dari suatu listing program.
Pertanyaan & Listing
program diambil dari :
http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=AvmXi46dtU9Rhwzg6DO.2N8XZnRG;_ylv=3?qid=20090825092136AAqW9Nk

flowchart perhitungan nilai

Saya membuat flowchart ini menggunakan Microsoft Office Visio 2003, untuk bisa mendapatkan source mentahnya. Silakan kirim pesan di http://www.nusinau.com/contact/, nanti secepatnya akan saya kirim.

Bookmark and Share

Related Posts

  1. Flowchart Membaca Bilangan Terkecil dari Tiga Bilangan
  2. Membuat Piramid Bintang
  3. Program Kamar dengan Borland Delphi 7
  4. World War Allies – Email List
  5. Program Jadwal Keberangkatan Kereta Api Dari Stasiun Tugu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar