Blog Ang Jahid

Blog Ang Jahid
Mr. Jahid Comunity Of Tjah Creative

Cari Blog Ini dan temukan informasi terbaru

Memuat...

Blog Ang Jahid

Blog Ang Jahid Tjah Cereative href="open link here to all about my blog/"> head="link about my blog/">
Loading...

Selasa, 23 Februari 2010

Laporan PKL PT ISM Bogasari SMK BBM

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sesuai dengan kurikulum SMK tahun 1999 yang menyatakan bahwa siswa SMK harus menerima teori 30% di kelas dan 70% praktik di lapangan, baik itu praktik di lingkungan sendiri seperti di laboratorium serta kegiatan Praktik Kerja Industri ( PRAKERIN ) dan khususnya bagi Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan.

Selain memicu pada kurikulum tahun 1999 bahwa dengan Praktik Kerja Industri ( PRAKERIN ) kita dapat membandingkan persepsi antara teori di sekolah dan kenyataan di lapangan.

Manusia yang berkualitas sangatlah di perlukan, bukan saja menopang kesejahteraan dirinya tapi secara luas untuk kepentingan pembangunan Bangsa dan Negara dan persaingan kerja di Negara kita semakin ketat dengan Negara lain oleh karena itulah diadakanya Kegiatan ( PRAKERIN ) supaya SDM di Negara kita semakin berkulitas dan bermutu.

Pelaksanaan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) sebagai pewujudan kebijaksanaan dari “link and match”. Dalam prosesnya dilaksanakan pada dua tempat yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dalam mencapai tujuan relevansi pendidikan dengan tuntunan tenaga kerja.

Harapan utama dari kegiatan penyelenggaraan praktek di dunia usaha atau industri ini, siswa memiliki ketrampilan / keahlian secara profesional untuk meningkatkan mutu tamatan sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia usaha/ industri juga akan memiliki etos kerja yang meliputi kemampuan bekerja, motivasi kerja, inisiatif kerja, hasil kerja yang berkualitas, disiplin waktu dan kerajinan dalam bekerja.

1.2 Tujuan

Program kegiatan siswa ini bertujuan untuk :

1. Tujuan penulis membuat tugas akhir ini sebagai syarat untuk mengikuti uji kompetensi dan ujian Nasional tahun pelajaran 2007/ 2008.

2. Selain itu penulis juga bertujuan sebagai catatan untuk diri sendiri dan lebihnya untuk adik-adik kelas.

3. Menumbuh kembangkan sikap profesional yang diperlukan dalam memasuki dunia kerja atau usaha.

4. Menempatkan proses penyerapan teknologi baru dari lapangan kerja ke sekolah maupun sebaliknya.

5. Meningkatkan dan memantapkan keterampilan yang dapat membentuk kemampuan para siswa sebagai pegangan atau modal untuk memasuki dunia kerja atau usaha.

6. Melatih siswa dalam memasuki dunia kerja.

7. Membekali siswa dengan keterampilan yang bersifat progmatis dan aplikasi melalui DU/ DI.

1.3 Landasan Hukum

Pelaksanaan Praktik Kerja Industri ( PRAKERIN ) di dasarkan pada :

1. Undang – Undang Dasar 1945;

2. Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah;

4. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0490/ U/1992 tentang Sekolah Menengah Kejuruan;

5. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 323/ U/1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan;

1.4 Visi Dan Misi

1. Visi Sekolah

Menjadi sumber daya manusia yang mempunyai keunggulan kompetetif agar mampu bersaing di era globalisasi.

2. Misi Sekolah

Menjadi calon tenaga kerja yang terampil dalam teknologi informatika sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan memiliki jiwa wirausaha yang membekali tamatan dengan Ilmu pengetahuan dan teknologi, keteramilan kejuruan yang potensial serta memiliki ahlak dan budi pekerti luhur. Serta menjalin hubungan kerja sama kemitraan dengan dunia usaha dan industri instansi terkait dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas/ mutu tamatan.

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah

Bermula pada tanggal 19 Mei 1969, saat “Empat Sekawan” : Soedomo Salim, Djuhar Sutanto, Sudwikatmono, dan Ibrahim Risyad, mendirikan bogasari di tengah sulitnmya perekonomian Indonesia saat itu. Keempat pengusaha nasional itu terpanggil untuk menjawab permasalahan pangan yang muncul di Indonesia, sekalipun mereka sadar belum memiliki pengalaman di bidang industri pangan. Kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara dipilih sebagai lokasi pabrik tepung terigu pertama di Indonesia.

Segenggam tepung terigu pertama yang dihasilkan bogasari 30 tahun yang lalu, tepatnnya 29 November 1971, merupakan peristiwa menandai fase baru dalam sejarah pangan Indonesia. Kehadiran bogasari sebagai produsen tepung terigu pertama di Indonesia membuka peluang penganekaragaman makanan bagi masyarakat Indonesia yang masih sangat tergantung pada beras.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan terigu, bogasari meningkatnya kapasitas produksinya dengan mengoperasikan pabrik kedua di kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, sejak 10 Juli 1972.

Pengembangan kapasitas dan teknologi yang dilakukan terus menerus menjadikan bogasri saat ini dapat menggiling lebih dari 16.000 ton gandum per hari. Selain tepung terigu , bogasari juga memiliki hasil produksi sampingan (by product), yaitu Bran, Pollard, dan Pellet yang digunakan untuk pakan ternak, serta tepung industri yang digunakan dalam industri kayu lapis.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi itu, sejak Januari 1977 bogasari melengkapi organisasinya dengan Divisi Tekstil yang memproduksi kantong terigu di Citeurup, Bogor, Jawa Barat. Pada tahun yang sama bogasari membangun Divisi Maritim guna menjamin kelancaraan pengadaan dan pengakutan gandum yang diimpor dari mancanegara. Lebih lanjut, guna meningkatan daya saing dan diversifikasi produuk pangan berbasis gandum, bogasari pun mengoperasikan pabrik pasta sejak tahun 1991 yang menghasilkan spaghetti dan makaroni. Produk-produk pasta yang dijual di bawah merek bogasari dan La Fonte itu menjangkau pasar domestik dan mancanegara.

Dalam kurun waktu 1992-1995, bogasari dua kali berpindah kepemilikan. Pada Juli 1992 diakuisisi oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa, dan sejak tahun 1995 oleh PT Indofood sukses Makmur.

Pada tahun 1996 bogasari berhasil memperoleh sertifikasi ISO 9002 dari SGS dan SUCOFINDO. Diperolehnya sejumlah penghargaan dan sertifikat atas produk dan manajemen bogasari itu telah membuktikan keseriusan dan konsisten komitmen bogasari untuk selalu memberikan yang terbaik bagi semua pelanggannya dan seluruh masyarakat Indonesia.

Pada tahun 1993 pemerintah melakukan deregulasi investasi dibidang industri tepung terigu. Paket kebijakan ini membuka peluang dibukanya penggilingan-penggilnmgan gandum baru di Indoneisa. Sejak saat ini bogasari mulai bersaing dengan produsen tepung terigu domestik. Persaingan bebas dalam pemasaran tepung terigu dimulai pada tahun 1998 ketika Pemerintah melakukan deregulasi tata niaga tepung terigu. Kran impor dibuka lebar denga bea masuk 0 % dan Pemerintah benar-benar melepas keterlibatannya dalam perdagangan tepung terigu. Dengan demikian produk bogaari bersaing ketat tidak hanya dengan produsen domestik tapi juga luar negeri.

Menyikapi perubahan tersebut bogasari pun melakukan serangkaian pembenahan organisasional. Dibidang pengembangan sumber daya manusia bogasari telah mengantisipasinya melalui sejumlah program peningkatan mutu seperti Total Quality Management. Dibidang produksi, orientansi pun diubah haluannya melalui pengendalian kualitas (Quality Control), serta perencanaan pengembangan dan pengendalian produksi (Production Planning Improvement and Control). Untuk mendukung semua upaya itu, bogasari pun mengembangkan sistem teknologi informasi yang dimilikinya (Organizational Information System and Management Information System).

Dibidang komersial ditandai dengan dimulainya berbagai aktiviitas pemasaran melalui perluasan jaringan distribusi (pendirian depo-depo di berbagai kota besar di seluruh Indonesia, dan dikembangkan nya pengiriman tepung terigu curah), kegiatan promosi yang gencar (Sajian Bersama bogasari, Promo Seru, bogasari Expo, dan lain-lain), pelayanan pelanggan (Backing School/Pusat Pelatihan Pengelolaan Tepung – P3T), serta pengembangan dan diversifikasi produk (consumer pack, tepung cepat saji, dan sebagainya).

Pada 19 September 1999, untuk pertama kalinya bogasari mengekspor tepung terigu sebanyak 860 katung tepung terigu pilihan (21,5 metrik ton) ke Singapura. Sejak ekspor perdana itu, bogasari makin aktif mengembangkan jaringan pemasaran ekspornya ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, salah satunya dengan membuka kantor perwakilan di Singapura.

Bogasari tidak semata-mata berorientansi pada kepentingan bisnis namun juga menjalankan tanggung jawab sosial antara lain : penyaluran bantuan bagi para korban bencana alam melalui program bogasari peduli, peningkatan gizi anak sekolah, pemberian dana bantuan penelitan melalui program Bogasari Nugraha, partisipasi dalam pembinaan prestasi olahraga (Liga bogasari, Persitara, Klub Tangkas bogasari).

Sejalan dengan itu, bogasari turut berupaya memberdaayakan para pengusaha kecil dan menegah melalui program kemitraan usaha dan penyebaran Wacana Mitra. Saat ini tercatat lebih dari 13.000 pengusaha kecil dan menengah di bidang roti, mie, martabak, gorengan dan berbagai jenis pangan berbasis terigu lainnya yang telah mengikatkan jalinan kemitraan usaha bersama bogasari.

Visi dan Misi Bogasari

PT ISM bogasari Flour Mills mempunya visi, yaitu :

“Menjadi industri pangan berbasis produk pertanian dan jasa terkait yang bertaraf dunia.”

Sedangkan misi PT ISM bogasari Flour Mills itu sendiri adalah :

1. Memproduksi, mendistribusi dan menjual pangan, bahann pangan serta pakan yang bermutu dan bernilai tambah berbasis produk pertanian, guna meningkatkan kesejahteraan, dan kemakmuran pelanggan, mitra usaha, masyarakat, karyawan dan para pemegang saham.

2. Menyediakan/menjual produk dan jasa terkait, antara lain : kemasan, angkutan curah serta penyimpanan dan pengemasan biji-bijian (grain terminal).

3. Memperkuat daya saing dengan cara menerapkan teknologi yang tepat, melakukan diversifikasi produk dan jasa serta mengembangkan sumber daya manusia seutuhnya.

FALSAFAH BOGASARI

Falsafah PT ISM bogasari Flour Mills, antara lain :

1. Integritas

  1. Nilai-nilai :Setiap insan bogasari melaksanakan pekerjaannya dengan itikad biak, tulus, jujur, bertanggung jawab dan penuh pengabdian kepada pelanggan, mitra usaha, masyarakat, sesama karyawan, dan para pemegang saham.
  2. Indikator Perilaku :

1) Menjunjung tinggi kebenaran dan etika moral dalam kehidupan sehari-hari.

2) Melaksanakan tugas dengan jujur, tulus dan penuh tanggung jawab.

3) Mentaati hukum dan peraturan.

4) Melakukan persaingan secara sehat.

5) Senantiasa berpikir positif, optimis, dan bersahaja dalam sikap.

6) Mencintai pekerjaan dan menjaga citra perusahaan.

7) Memegang prinsip “satunya kata dan perbuatan”

2. Keunggulan

  1. Nilai-nilai :

Setiap insan bogasari selalu memberikan yang terbaik kepada pelanggan, mitra usaha, masyakat, sesama karyawan, dan para pemegang saham.

  1. Indikator Perilaku :

1) Bersikap profesional dalam bekerja.

2) Semangat pantang menyerah dan keinginan untuk meningkatkan kemampuan diri.

3) proaktif dan peka terhadap kebutuhan pelanggan.

4) Mengembangkan metode dan hasil kerja yang lebih baik.

5) Menciptakan iklim yang mendukung semangat untuk belajar dan berprestasi .

6) Menghasilkan produk dan jasa tanpa cacat sesuai kebutuhan pelanggan dan memastikan pasokannya tepat waktu.

7) Menyediakan produk yang sehat, bergizi, dan aman bagi lingkungan.

8) Melakukan diversifikasi produk

3. Kepedulian

  1. Nilai-nilai :

Bogasari merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat banyak. Oleh karena itu setiap insan bogasari senantiasa memperhatikan kepentingan pelanggan, mitra usaha, masyarakat, sesama karyawan serta para pemegang saham dan lingkungan hidup.

  1. Indikator Perilaku :

1) Peka dan tanggap terhadap kondisi dan situasi sosial masyarakat.

2) Berpatisipasi dalam kegiatan pencerdasan dan peningkatan gizi bangsa.

3) Mendukung, mengembangkan dan memberdayakan mitra usaha.

4) Menunjang program ketahanan pangan nasional.

5) Menjalankan proses produksi yang ramah lingkungan.

6) Senantiasa mengupayakan peningkatan kesejahteraan, keamanan, dan kenyamanan dalam bekerja bagi seluruh karyawan.

7) Menumbuhkan sikap penuh perhatian dan saling menghargai.

8) Membekali karyawan untuk menghadappi masa pensiun.

4. Kebersamaan

  1. Nilai-nilai :

Manusia saling membutuhkan untuk dapat hidup dan tumbuh bersama. Dalam berinteraksi terhadap sesama, setiap insan bogasari menjunjung tinggi harkat martabat, kesetiakawanan dan gotong-royong.

  1. Indikator Perilaku :

1) Menciptakan hubungan antar manusia yang harmonis, dinamis dan saling menghormati.

2) Mengutamakan kerjasama untuk mencapai tujuan.

3) Menghargai peran dan jasa-jasa para pendiri perusahaan.

4) Mengupayakan yang terbaik bagi semua pihak dalam penyelesaian masalah.

5) Menumbuhkan rasa memiliki terhadap perusahaan.

6) Tumbuh bersama dengan mitra usaha kecil dan menengah.

5. Keterbukaan

  1. Nilai-nilai :

Setiap insan bogasari senantiasa berupaya membangun komunikasi dua arah dan selalu berpikiran positif dalam memberi dan menerima setiap informasi, saran dan kritik demi kebaikan dan kemajuan bersama.

  1. Indikator Perilaku :

1) Bebas mengemukakan ide atau gagasan-gagasan.

2) Bersedia saling memberi dan menerima kritik dan saran demi kepentingan dan kemajuan bersama.

3) Memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan dan pengembangan karyawan.

4) Membina hubungan yang didasari oleh saling percaya.

5) Memberikan informasi yang benar kepada pihak yang berhak.

6) Menciptakan komunikasi dua arah.

KILAS BALIK KRONOLOGIS

PT ISM-Bogasari FLOUR MILLS

Menguak perjalanan sejarah bogasari tidaklah mudah. Ad begitu banyak aktivitas yang telah dilakukan baik di dalam maupun ke luar bagi masyarakat. Ternyata, tidak semua aktivitas itu terekam secara sistematis. Kronologis yang tertuang di sini adalah beberapa peristiwa yang kami anggap penting kita ketahui bersama, sebagai bagian dati upaya kita secara pribadi lebih mengenal perjalanan bogasari tercinta.

F PT Bogasari Flour Mills dididirikan secara notarial tanggal 19 Mei 1969, dan dibuka sebagai perseroan terbatas sesuai Peraturan Pemerintah No. 8/68 yang berkaitan dengan penanaman modal dalam negeri. Persetujuan pendirian pabrik ini dikeluarkan Direktorat Jenderal Perindustrian Ringan melalui surat No. 461/Bina/V/1969. Disepakati bahwa perusahaan ini harus berada di bawah naungan Badan Urasan Logistik (BULOG) yang bertindak sebagai importir gandum dan distributor tepung terigu. Sedangkan Bogasari berfungsi sebagai pengolah yang juga menyediakan sarana penyimpanan bagi BULOG.

F Pada tangal 29 November 1971, Presiden RI meresmikan Pabrik Bogasari di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tanggal 10 Juli 1972, kembali Soeharto meresmikan Pabrik Bogasari di Tanjung Perak, Surabaya.

F Tahun 1977 dididirikan Pabrik pembuatan Kantong Terigu (waktu itu berukuran 22,5 kg) di Citeurup, Jawa Barat.

F Tahun 1977 Bogasari mengoperasikan kapal-kapal pengangkut gandum yang dikelola oleh Divisi Maritim. Dan sejak 1979 armada-armada kapal Bogasari secara bergantian memperoleh penghargaan AMVER (Automated Mutual Assistance Vessel Rescue), yakni sistem pelacakan dengan komputer yang memberikan informasi kepada badan-badan pencarian dan penyelamatan (SAR) di laut.

F Sejak tahun 1980 Bogasari turut ambil bagian dalam pelaksanaan kehidupan rohani karyawan denga pengiriman karyawan dengan pengiriman karyawan secara bergantian untuk menunaikan ibadah haji. Juga kegiatan Halal Bihalal dan Natal. Bersama menjadi tradisi yang tersu berkembang setiap tahun, seiring dengan adanya kegiatan keagamaan di Masjid Bogasari, Persekutuan Doa dan Misa.

F Tanggal 30 Juni 1980 untuk pertama kali ditandatangani Perjanjian Kerjasama antara manajemen Bogasari dengan Pekerja yang terwadahkan dalam SBMM/FBSI yang kemudian menjadi PUK SPSI Pabrik Bogasari Jakarta dan Surabaya. Sedangkan KKB pertama bagi Pabrik Tekstil Bogasari di Citeurup dilaksanakan tanggal 23 Maret 1981. KKB terus diperbaharui setiap dua tahun.

F Tanggal 15 Oktober 1981 diresmikan Bogasari Baking School di Jakarta. Sedangkan Pusat Pelatihan Bakeri milk Pabrik Bogasari Surabaya mulai beroperasi tanggal 3 Juni 1997. Selanjutnya Bogasari memperluas jaringan pelatihan pengolahan terigu dengan mendirikan P3T atau Pusat Pengolahan Terigu di sejumlah ibukota propinsi seluruh Indonesia.

F Tahun 1981 dimulai jalinan kemitraan usaha Bogasari dengan para pengusaha kecil, khususnya dalam pembuatan kain blacu pembuatan kantong di Majalaya dan pengrajin penjahitan kantong di kabupaten Bogor.

F Tanggal 23 Agustus 1982 dididirikan Koperasi Karyawan Pabrik Bogasari Jakarta dengan nama “Sari Bhakti”. Kemudian menyusul Koperasi Karyawan Pabrik Citeurup dengan nama “Citra Sari” dan “Surya Sari” bagi karyawan di Pabrik Surabaya.

F Tanggal 29 November 1982 untuk pertama kali dibukaperumahan karyawan di Green Garden, Jakarta Utara, dan kemudian dilanjutkan dengan perumahan-perumahan di Narogong (Jakarta 1987), Vila Nusa Indah (Jakarta 1995), Pondok Pinang (Surabaya 1996), Surabaya dan Cileungsi (1998).

F Tanggal 12 Juni 1983 di bentuk Badan Koordinasi Olahraga dan Kesenian Bogasari (Bakosari) yang mewadahi kegiatan dua tahunan berupa POR Bogasari dan lomba-lomba Kesenian dan Cerdas-cermat antar unit. Pengelola kegiatan olahraga dan kesenian di tingkat unit disebut Porsari.

F Tahun 1986 Bogasari mulai memproduksi tepung industri “cap Anggrek” yang dicampur dengan formaldehido menjadi bahan pelekat dalam industri kayu lapis.

F Tanggal 29 November 1989 untuk pertama kali Band Bogasari di Pabrik Jakarta tampil di hadapan karyawan.

F Tanggal 16 Desember 1989 Bogasari mendapat anugerah Upakarti dari Pemerintah atas jasa hubungan kemitraan dengan para penenun di Majalaya dan pengusaha kecil pembuatan roti di Jakarta.

F Juga di tahun 1989 Pemerintah memberikan penghargaan kepada Divisi Tekstil Bogasari di Citeurup sebagai perusahaan terbaik dalam melakukan pembinaan tenaga kerja wanita di Jawa Barat, serta penghargaan sebagai perusahaan yang mampu memberikan dorongan positif dalam program program Keluarga Berencana se-Kabupaten Bogor.

F Bulan Maret 1980, WARTA bogasari sebagai media komunikasi dan informasi Bogasari mulai diterbitkan.

F Tanggal 12 Agustus 1990, Pabrik Bogasari Jakarta ditetapkan sebagai Juara lomba Penghijauan Pabrik se-DKI.

F Tahun 1991 Pabrik Pasta Bogasari yang memproduksi jenis makanan asal Italia seperti spaghetti, makaroni dan sebagainya diresmikan. Prosentase terbesar produk pasta diekspor.

F Tanggal 10 Juni 1994 dibentuk Dewan Pembina dan Dewan Pengurus Dana Pensiun Manfaat Pasti (DPMP) dan Dana Pensiun Pasti (DPIP).

F Tahun 1992 PT Bogasari Flour Mills diakusisi oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa dan di tahun 1995 kembali Bogasari di akusisi oleh PT Indofood Sukses Makmur sampai sekarang.

F Tahun 1995 didirikan Bogasari Milling Training Centre di area pabrik Jakarta dengan tujuan melatih sumber daya manusia di bidang produksi yang berkualitas dan profesional.

F Tanggal 17 Agustus 1995 pada peringatan 50 Tahun Kerdekaan RI, untuk pertama kali upacara, bazaar dan lomba-lomba di Pabrik Jakarta melibatkan masyarakat sekkitar. Sekarang telah 7 kelurahan ikut terlibat dalam kegiatan ini.

F Tanggal 8 November 1995 ditandatangani MOU antara Bogasari dengan Koperasi Industri Kerajinan Rakyat Mie dan Bakso (kopinkra Miso)

F Tanggal 07 Febuari 1996 dimulai program perekrutan tenaga-tenaga muda potensial untuk bidang produksi yang disebut Management Trainee. Program ini pada tahun-tahun berikutnya disebut Miller Apperientice dan Manufacturing Apperentice.

F Tanggal 24 Febuari 1996 diresmikan Bogasari Milling Training Centre dan Labotarium Centre sebagai sentra pelatihan tenga-tenaga produksi dan pengmbangan mutu produk.

F Tanggal 29 November 1996 Bogasari mendapat sertifikat Internasional Organization for Standardization (ISO), yakni pengakuan secara internasional akan mutu produksi, instalasi dan pelayanan manajemen dari SGS Internasional Sertification Services dengan nomor SGS 96/8192 dan dari Sucofindo bernomor SRQE 0300196024.

F Tanggal 24 April 1997 Bogasari merealisasikan komitmennya untuk membantu usaha kecil-menengah melalui penyerahan 21 unit mobil roti kepada para pengusaha yang tergabung dalam Koperasi Pengusaha Roti Jakarta (Kopeja).

F Tanggal 28-29 Juli 1997 mulai dicanangkan Derakan Mutu di Bogasari dengan pembentukan QIT Flour, Teknik, Pasata, Office, Surabaya dan Citeurup yang masing-masing melakukan konvensi Nasional yang berlangsung setiap tahun.

F Tahun 1997 pekerja Bogasari Kantor Pusat di Wima Indocement dan Landmark Jakarta dipindahkan ke okasi office di dalam area Pabrik Jakarta memanfaatkan mess karyawan yang direnovasi.

F Tahun 1998, dalam rangka social responbility, Bogasari membagikan 20.000 paket Bogasari Peduli kepada masyrakat Pabrik Jakart, Pabrik Surabaya, Pabrik Citeurup dan Banten. Program Bogasari Peduli terus berlanjut dengan bantuan kemanusiaan kepada korban-korban bencana di banyak tempat. Sementara itu juga digelar program Bogasari Peduli Gizi di Gunung Kidul dan Kulonprogo DIY.

F Bulan Oktober 1998 Pemerintah menghapus Tata Niaga Tepung Terigu, sehinnga Bogasari menjdai Tepung Terigu, sehingga Bogasari menjadi industri murni yang melaksanakan pembelian gandum menjadi tepung terigu dan mengelola sendiri distribusi dan penjualannya.

F Dalam rangka Hari pangan Sedunia, tanggal 16 Oktober, pada tahun 1998 diadakan Bogasari Nugraha yang merupakan penghargaan bagi para peneliti unggul di bidang gandum dan tepung terigu . dalam tahun-tahun selanjutnnya, Bogasari Nugraha diperluas dengan menjangkau mahasiswa perguruan tinggi swasa dan negeri di seluruh Indonesia dari tingkat S-1 sampai Doktoral, termasuk para dosen dan penelitian yang semakin banyak. Salah saaatu catatan penting dalam hasil penelitian Bogasari Nugraha adalah patahnya mitos bahwa gnadum tidak bisa ditananam di Indonesia. Bogasari kemudian mengembangkan proyek penanaman gandum di sejumlah lokasi di seluruh Indonesia.

F Tanggal 14 Januari 1999, untuk pertama kali produk tepunng terigu Bogasari menjadi yang pertama difortifikasi dengan vitamin berupa zat gizi besi.

F Tanggal 27 April 1999 untuk pertama kali Bogasari membuka depo di Belawan, Medan. Selanjutnya, terus dikembangkan fungsi depo di berbagai kota di seluruh Indonesia.

F Tanggal 15-17 Oktober 1999 digelar Bogaari Expo di Mall Taman Anggrek, Jakarta dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia. Dan pada tahun 2000, Bogasaari Expo diperluas ke perbagai Mall di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan dengan maksud memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat tentang penggunaan tepung terigu secar tepat. Bogasari Expo.

F Berlanjut setiap tahun, dan di tahun 2000 Expo ini melluas ke kota dengan pemilihan Duta Boga, yaitu para remaja berprestasi di bidang pangan.

F Bulan Januari 2000 untuk pertama kali Bogasari memproduksi dan menayangkan iklan di televisi berjudul “Pustaka Gizi Bangsa”, seiring dengan iklan di media cetak.

F Tahun 2000 produk Bogasari telah menembus pasar di Asia Tenggara dengan merek Gold Key, Golden Crest, Blue Triangle dan Taj Mahal.

F Tanggal 22 Desember 1999 diluncurkan merek baru tepung terigu Bogasari Cakra Kembar Emas, dan dilanjutkan dengan Lencana Merah, Segitiga Merah, Piramida berukuran 25 kg, melengkapi kemasan premium brand berukuran 1 kg.

F Tanggal 24 Maret 2000, Pabrik Surabaya untuk pertama kali meluncurkan brand atau merek baru, meski dengan spesifikasi yang sama dengan brand yang sudah ada, yaitu Kereta Kencana, Gunung Bromo dan Roda Biru. Selanjutnya dikembangkan sampai 7 merek lainnya.

F Tanggal 1 Juni 2000, para pengrajin roti dan mie ayam se-Jawa dan Sumatera bersilaturahmi dengan Bogasari. Dari sini mulai berkembang paguyuban mie ayam dan koperasi roti di berbagai kota, yang secara rutin melaksanakan lomba-lomba mie ayam dan dilanjutkan lomba tingkat nasional.

F Tanggal 29 November 2000, hasil kerja Panitia Penyusun Falsafah Bogasari yang antara lain berisikan Visi dan misi Bogasari diserahkan kepada Direktur Bogasari.

F Tanggal 3 Febuari 2001, sajian bersama Bogasari sebagai program televisi dengan maksud memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan tepung terigu dan pasata mulai ditayangkan di Indosiar.

F Tanggal 29 April 2001 Liga Bogasari Usia di bawah 15 tahun pertama kali digelar di stadion Sidoarjo, Jawa Timur. Liga Bogasari ini akan berlangsung setiap taun untuk U-15 dan U-18 sebagai komitmen Bogasari dengan motto turut membangun Gizi Bangsa untuk turutmembangun persepakbolaan nasional. Di cabang Sepakbola, Bogasari juga mensponsori Persitara dalam kompeetisi Divisi I PSSI sebagai bagian dari partisipasi membina sepak bola di Jakarta Utara. Selain sepakbola, Bogasari juga berpartisipasi menandai klub bulutangkis PB tangkas Bogasari.

F Tanggal 15 November 2001, untuk pertama kali dibuka Bogasari International Office di luar negeri, yakni dai Singapura. Sebanyak 7 merek yang diekspor ke Singapura. Selain itu pada bulan ini juga produk tepung terigu Bogasari telah memasuki pasar Jepang.

2.2 Struktur Organisasi

Text Box: Technical Support Division HeadText Box: Automation  ManagerText Box: Instrumentation Sub. Dept. HeadText Box: Control System Sub. Dept. HeadText Box: HMI & Networking  Sub. Dept. HeadText Box: Instrumentation Section HeadText Box: HMI & Networking  Section HeadText Box: Automation Workshop Section HeadText Box: Control System Section HeadText Box: Automation Workshop ForemanText Box: Control System  ForemanText Box: Instrumentation  Foreman

2.3 Deskripsi Kerja

A. Technical Support

Di bagian ini bertugas menangani atau tenaga pendukung dari selauruh bagian yang ada di Automation Department, misalnya, ada bagian lain yang memerlukan tenaga dari technical support maka tugas dari bagian ini akan berjalan sesuai dengan masalah yang ada pada bagian yang berkaitan dengan divisinya guna mendukung kerja divisi yang lainnya.

B. Automation Manager

Dibagian ini tugasnya mengatur divisi yang ada pada Automation Department, sehingga dalam mengerjakan suatu pekerjaan akan mudah dan tidak semrawud dan memperoleh hasil yang efisien.

C. Instrumentation

Dibagian ini tugasnya mempersiapkan alat – alat dan bahan yang akan digunakan oleh divisi yang ada di Automation department. Misalnya apabila ada divisi lain yang membutuhkan alat dan bahan – bahan yang diperlukan untuk mengerjakan suatu permasalahan pad bagian produksi atau yang lainnya maka, tugas dari Instrumentationlah yang harus mempersiapkannya.

D. Control System

Dibagian ini tugasnya mengontrol semua system kerja atau alt produksi yang ada guna kelancaran proses milling yang berlangsung, dan apabila ada bagian atau mesin yang mengalami kerusakan atau ketidaksatabilan maka tugas dari divisi inilah yang akan menanganinya.

E. HMI & Networking

Dibagian ini tugasnya menangani bagian jaringan yang ada pada perusahaan tersebut, baik dari mulai bagian produksi sampai bagian Office.

F. Automation Workshop

Dibagian ini tugasnya menangani WO (Work Order) yang masuk yang selanjutnya diperiksa dan disetujui serta memberikannya kepada divisi yang berkaitan. WO juga berguna sebagi bahan laporan bagi para divisi yang mengerjakan tugas sehari –harinya. Dan selain itu tugas dari divisi ini juga mengatur laporan yang masuk dari para divisi dan dilaporkan kepada manger yang ada pada automation Department untuk di ajukn ke Direktur Utama PT ISM Bogasari Flour Mills.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Pelaksanaan

Pelaksanaan praktek kerja industri dimulai sejak tanggal 02 Januari 2008 sampai dengan tanggal 31 Januari 2008.

3.2 Lokasi

Pelaksanaan praktek kerja industri di PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk Bogasari Flour Mills, di Gedung Automation Lt Dasar. Jl. Raya Cilincing No 1 Tanjung Priok Jakarta Utara 14110 Telp : (021) 4301048.

3.3 Kegiatan Prakerin

Kegiatan praktek kerja industri di PT ISM Bogasari yaitu mengkalibrasi timbangan Flowmeter FCA. Mesin Flowmeter FCA digunakan untuk menimbang gandum yang sudah dibersihkan dan selanjutnya akan digiling dan gandum tersebut akan menjadi beberapa prodak, mesin timbangan ini cara kerjanya menggunakan loadcell yang apabila disentuh atau ada beban pada timbangan tersebut maka akan menyentuh loadcell. Mesin tersebut dijalankan dengan menggunakan tekanan angin yang berfungsi menggerakan mesin tersebut dan apabila tekanan angin bocor maka akan terjadi ketidak stabilan pada proses penimbangan gandum. Apabila terjadi ketidak stabilan pada mesin tersebut maka diharuskan diseting ulang atau dikalibrasi ulang. Adapun cara mengkalibrasi ulangnya harus sesuai dengan prosedur yang ada.

Adapun prosedur yang sesuai dengan standar adalah :

Ø Nyalakan tombol power atau nyalakan dengan menggunakan kunci yang telah disediakan, dan arahkan ke No 1.

Ø Kemudian tekan tombol CAL 2x, CR 2x, dan tekan tombol (hingga menuju ke No 2) dan masukan tatakan untuk tempat anak batu timbangan yang digunakan untuk kalibrasi.

Ø Selanjutnya tekan tombol CAL 2x, CR 2x dan tekan tombol ↑(hingga menuju ke No 3) dan masukan anak batu tmbangan seberat 1190 gr.

Ø Kemudian tekan tombol CAL 2x, CR 2x dan tekan tombol ↑(hingga menuju ke no 4) dan masukan anak batu timbangan dengan seberat 2290 gr.

Ø Kemudian tekan tombol CAL 2x, CR 2x dan tekan tombol ↑(hingga menuju ke No 5) dan masukan anak batu timbangan hingga 4480 gr.

Ø Kemudian tekan tombol CAL 2x, CR 1x dan tekan tombol ↑ ( hingga masuk ke No 6 ) dan tekan tombol TOT 1x lalu tekan ↑ (hingga menuju ke No 10).

Ø Kemudian yang terahir tekan tombol ESC 1x dan CR 1x dan langkah terahirnya adalah reset FCA tersebut agar proses kalibrasi hasilnya sempurna.

Catatan :

Sebelum melakukan kalibrasi maka diwajibkan loadcell harus dibersihkan terlebih dahulu agar tidak menggangu atau mempengaruhi berat yang akan dikalibrasi, kecuali loadcell sudah bersih.

3.4 Pokok Permasalahan

Permasalahan yang sering terjadi adalah tekanan angin yang sering bocor yang mengakibatkan timbangan tidak stabil, serta gandum yang turun setelah di timbang sering macet, dan yang terahir adalah proses kalibrasi yang tidak sesuai dengan prosedur yang ada yang mengakibatkan kegagalan atau ketidak satabilan prodak yang turun yang selanjutnya akan digiling.

3.5 Pembahasan Pokok Permasalahan

Didalam pokok pembahasan masalah, yang akan kita bahas adalah masalah yang sering terjadi pada saat penimbangan gandum pada mesin timbangan Flowmeter FCA, adalah sebagai berikut. Tekanan angina yang tidak stabil atau bocor yang mengakibatkan timbangan tidak stabil, maka solusi yang harus dilakukan adalah memeriksa selang atau saluran angin pada timbangan dan apabila terjadi kebocoran pada selang maka hendaknya diganti dengan yang baru, cara menvabut selang supaya mudah dan tidak keras maka anda tinggal tarik pengait pada selang lalu anda tinggal tarik selang itu dang anti, kemudian anda masukan selang yang baru dan dengan sendirinya selang tersebut akan mengunci dengan keras dan apabila akan dicabut mak ikuti langkah awal tadi.

Permasalahan yang kedua adalah gandum yang sering macet, solusinya sangatlah mudah hanya dengan memukul box tempat gandum tersimpan pada timbangan dengan palu karet yang telah tersedia pada gedung tersebut.

Permasalahan yang ketiga adalah ketidak sempurnaan pada saat kalibrasi timbangan, maka solusi yang tepat adalah kita kalibrasi ulang yang sesuai dengan prosedur seperti yang tetulis pada BAB PEMBAHASAN dibagian kegiatan PRAKERIN.

3.6 Keterlaksanaan (Faktor Penghambat & Pendukung)

a. Fakor penghambat

v Fasilitas peralatan yang masih kurang lengkap

v Naiknya harga bahan baku

v Tidak semudah bahan baku mudah didapat

v Keterbatasan waktu dan tempat kerja

b. Fakor pendukung

v Konsultasi dalam produksi jasa

v Alat dan bahan yang memadahi yang sesuai dengan spesifikasi

v Pemberian waktu tambahan pada proses produksi jasa

3.7 Manfaat Yang Dirasakan

v Melatih dan meningkatkan etos kerja untuk lebih baik

v Mengembangkan kreatifitas

v Terwujudnya kebersamaan dalam melakukan pekerjaan

v Terwujudnya tanggung jawab yang tinggi dalam melakukan proses produksi jasa.

v Menumbuhkan sikap disiplin kerja

v Mengetahui dan mengenal proses pembuatan produksi/ jasa

3.8 Pengembangan/ Tindak Lanjut

v Penyediaan peralatan yang belum ada

v Adanya perluasan tempat kerja

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 KESIMPULAN

Berdasarkan apa yang saya rasakan, saya dapat dapat mengambil kesimpulan setelah melakukan Praktek Kerja Industri yang telah dilakukan antara lain :

1. Tersedianya ruang atau lapangan kerja yang sangat memadai sehingga kegiatan PRAKERIN terlaksana dengan baik sesuai dengan yang diinginkan.

2. Kelancaran dan keberhasilan dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan dapat di cari dengan ilmu pengetahuan yang di miliki.

4.2 SARAN

Setelah kami selesai melaksanakan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN), kami mempunyai saran – saran yang harus disampaikan kepada Panitia Kerja Praktik Kerja Industri ( PRAKERIN ) 2007, diantaranya :

1. Sebelum siswa di berangkatkan ke tempat Praktik Kerja Industri (PRAKERIN), sebaiknya diberi bimbingan / gambaran serta masukan yang matang terlebih dahulu tentang dunia kerja;

2. Lokasi tempat Praktik Kerja Industri ( PRAKERIN ) sebaiknya ditentukan oleh Panitia Kerja Praktik Kerja Industri ( PRAKERIN ) sesuai dengan hasil tes uji kompetensi produktif;

3. Monitoring keberadaan siswa yang sedang Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) sebaiknya minimal 2 (dua) kali monitoring dalam satu bulan;

4. Kalau bisa kegiatan Peraktek Kerja Industri (PERAKERIN) Waktunya tidak Berbenturan dengan kegiatan atau acara di sekolah seperti adanya Pelajaran Tambahan ( Pengayaan ),Ulangan Semester, UAS, UAN dan lain – lain yang bisa menghambat berlangsungnya kegiatan ini.

5. Dewan kerja PRAKERIN lebih ditingkatkan dalam struktur organisasinya.

BAB V

PENUTUP

Alhamdu’lillah penyusunan laporan prakerin ini telah selesai dibuat. Laporan prakerin ini merupakan acuan dari semua kegiatan uji kompetensi di SMK Bangun Bangsa Mandiri Gabuswetan kabupaten Indramayu.

Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, dengan berbekal keyakinan dan kesabaran diharapkan laporan ini yang sudah tersusun ini dapat bermanfaat khususnya untuk Penulis dan umumnya bagi pembaca. Amin....

DAFTAR PUSTAKA

1. PT. Indofood Sukses Makmur Bogasari Flour Mills, Jakarta, 2008.






LAMPIRAN – LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar